Pelatihan Administrator SIPBM Tingkat Desa

BUMIAYU – Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu hari Senin, 22 Juli 2019 diselenggarakan Pelatihan calon petugas administrator tingkat desa untuk kegiatan Pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) yang diikuti oleh para operator Sistem Informasi Desa (SID) Kec. Bumiayu, Bantarkawung dan Salem.

Pelatihan yang dibuka oleh Kasi Kesos Kecamatan Bumiayu, In Aswar yang mewakili Camat Bumiayu ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para calon administrator SIPBM tingkat desa. Sebagai narasumber Kasubdit Sosbud Baperlitbangda Kab. Brebes, Bayu Setiawan, S.Kom dan Bahrul Ulum selaku Fasilitator SIPBM tingkat nasional.

Dalam penjelasannya, Bahrul Ulum mengatakan tentang pentingnya para calon administrator tingkat desa ini untuk memahami tujuan dari SIPBM, Pengelolaan Aplikasi termasuk di dalamnya tata cara membuat akun pengguna aplikasi baik untuk administrator, verifikator maupun para petugas yang menginput data di lapangan.

Bahrul Ulum juga memaparkan kilasan sejarah terkait SIPBM. Menurut Bahrul, SIPBM sendiri pada kurun waktu tahun 2012-2015 masih berbunyi Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat. Tetapi kemudian program tersebut diadopsi oleh Kemendes bersama-sama dengan Bappenas dan Kementerian lainnya dengan istilah Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat.

”Sehingga cakupan kegiatannya menjadi lebih luas, tidak hanya berkutat dalam bidang pendidikan saja tetapi sudah merambah ke semua lingkup bidang kehidupan masyarakat”, papar Bahrul Ulum.

“Salah satunya, ” tambah Bahrul, ” selain Gerakan Kembali Sekolah (GKS) yang setiap tahunnya selalu dicanangkan oleh Bupati Brebes adalah mulai digagasnya program desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan (Bebas BABS).”

Selanjutnya dijelaskan oleh Bahrul Ulum bahwa nantinya pelaksanaan kegiatan SIPBM sendiri adalah berbasis sensus, bukan sampling dan diharuskan petugas pendatanya berasal dari wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya kegiatan SIPBM tidak menggunakan sistem manual lagi yang menggunakan Instrumen Keluarga (IK), tetapi akan menggunakan sistem digital, dengan pertimbangan :

1. Lebih memangkas anggaran
2. Waktu lebih cepat dan efisien
3. Kesalahan dan perbaikan input data akan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

”SIPBM digital tidak usah bikin laporan secara manual karena nanti ketika input data sudah masuk ke sistem maka info grafisnya akan otomatis muncul sesuai dengan basis data per bidangnya masing-masing,” kata Bahrul Ulum memaparkan. Adapun output/rencana penerapannya, lanjut Bahrul, tergantung dari masing-masing desa apa saja yang akan dilaksanakan sesuai dengan skala prioritas masing-masing desa yang dapat berbeda antara satu desa dengan desa lainnya.

Di bagian akhir pelatihan Bayu Setiawan dari Baperlitbangda Kab. Brebes menjelaskan tata cara membuat akun pengguna di aplikasi baik untuk penginput, verifikator maupun untuk administrator di tingkat desa, dengan menggunakan handphone berbasis android maupun berbasis website.

(sumber : dukuhturi-bumiayu.desabrebes.id)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan